In Memoriam Nasrul Abit Salat Jumat, Saya Imam, Beliau Muazin Oleh Irwan Prayitno

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sumbar kehilangan salah satu putra terbaiknya yaitu Bapak Nasrul Abit (biasa dipanggil Pak NA), Wakil Gubernur Sumbar periode 2016-2021. Begitu banyak kenangan manis bersama beliau yang saya alami dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah. Bagi saya, beliau adalah mitra kerja yang sangat baik, bisa mengerti dan memahami pemikiran saya dalam menjalankan roda pemerintahan. Sehingga di antara kami bisa saling mengisi dan melengkapi. Beliau juga sosok politisi yang sangat matang.

Sebagai wakil gubernur, dukungan beliau kepada saya selaku gubernur sangat terasa sekali. Hal ini turut berdampak kepada cara komunikasi kami dengan para kepala OPD. Mereka bersama staf bekerja sungguh-sungguh dalam melayani masyarakat dan menjalankan program-progam pembangunan. Sehingga Pemprov Sumbar diganjar berbagai penghargaan dari pemerintah pusat, lembaga independen, pihak swasta, LSM dan luar negeri. Ada peran Pak NA di balik banyaknya penghargaan yang diberikan kepada Pemprov Sumbar.

Sebagai wakil gubernur, beliau sangat pandai menempatkan diri dan terlihat menguasai aturan atau norma yang berlaku. Sebelum menjadi wakil gubernur, beliau pernah menjadi Wakil Bupati dan Bupati Pesisir Selatan. Pengalaman ini menjadikan beliau semakin matang ketika menjadi Wakil Gubernur. Hal demikian menjadikan kami berdua menjalani pemerintahan dengan penuh semangat dan optimisme.

Bisa dibilang, tidak ada pertikaian yang berarti antar beliau dengan saya selama menjalani amanah memimpin Sumbar yang menimbulkan permusuhan atau ketidakkompakan. Bahkan jika ada tugas ke luar Sumbar beliau selalu minta izin kepada saya dan juga berkoordinasi. Salah satu contohnya adalah kepergian beliau ke Wamena Papua untuk menyelamatkan para perantau yang menjadi korban aksi kerusuhan. Beliau selalu memberikan informasi perkembangannya, juga berdiskusi dengan saya mencari solusi bagi perantau. Alhamdulillah para perantau tersebut akhirnya berhasil ditolong oleh Pak NA.

Pak NA adalah sosok yang sigap, proaktif, selalu semangat menjalankan tugas, baik di Sumbar maupun ketika tugas ke luar daerah. Tugas-tugas kemanusiaan ke luar Sumbar seperti mengirim randang kepada pengungsi di berbagai tempat beliau jalani dengan amanah. Dalam memimpin rapat, beliau selalu mengatakan bahwa hasil rapat akan disampaikan kepada gubernur dan nanti gubernur yang akan memutuskan. Sementara ketika menghadiri undangan mewakili gubernur, beliau senantiasa mengatakan bahwa gubernur kirim salam kepada yang hadir. Pak NA juga sering kerja hingga malam hari menyelesaikan tugasnya.

Satu hal yang saya yakin banyak orang pun setuju adalah, beliau adalah orang baik. Patut menjadi teladan bagi kita semua. Di antaranya adalah teladan dalam membangun keharmonisan hubungan kepala daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur), juga teladan dalam berkomunikasi dengan masyarakat dan mengayomi rakyat. Meskipun secara usia beliau lebih tua daripada saya, tetapi penghargaan dan penghormatan beliau kepada saya adalah sebuah keteladanan. Dan saya pun juga menghargai dan menghormati beliau. Alhamdulillah, saya tidak pernah melarang beliau atau mencekal beliau untuk suatu tugas, keperluan dinas, atau hal lain dalam menjalankan pemerintahan. Dan beliaupun tanpa saya minta selalu melaporkan tugas-tugas atau keperluan dinasnya.

Tidak ada pembagian tugas khusus atau kesepakatan suatu kewenangan yang menyebabkan ada sekat antara saya dengan beliau. Di antara kami saling mengisi satu sama lain, saling bersinergi dalam membangun Sumbar. Sehingga hal-hal yang rumitpun bisa terurai. Kebersamaan membuat kami bisa menyelesaikan banyak urusan dalam pemerintahan. Dan yang tak kalah penting, urusan yang menyangkut nasib rakyat banyak bisa kami selesaikan bersama-sama.

Ada satu hal keinginan beliau yang belum terpenuhi, yaitu memancing di laut bersama saya. Hal ini karena belum ada kecocokan waktu antara beliau dengan saya. Namun demikian, setiap beliau selesai memancing, tidak lupa beliau membawakan saya ikan hasil pancingan beliau. Jumlahnya sangat banyak, cukup untuk konsumsi tiga bulan. Itu pun setelah saya bagi kepada orang-orang terdekat. Ikan hasil tangkapannya pun berbeda dengan jenis ikan yang biasa disantap orang atau di jual di pasaran, dan rasanya pun enak.

Ada satu kisah menarik yang tidak bisa saya lupa, ketika saya ingin memancing ikan ke laut bersama rombongan. Pada hari yang sudah ditetapkan, saya mendapat informasi dari Kasatpol PP yang akan ikut mendampingi saya bahwa BMKG memperkirakan akan ada hujan lebat dan badai di laut pada malam hari. Kami memang akan ke laut malam hari. Saya kemudian bertanya ke Pak NA yang sudah punya pengalaman memancing di laut tentang cuaca pada hari itu, dan dijawab oleh Pak NA bahwa kondisi laut di malam tersebut bagus, laut tenang seperti danau dan ikan akan banyak datang. Beberapa anggota rombongan ada yang mundur tidak jadi ikut karena berpegangan kepada info BMKG. Saya pun berkata bahwa saya lebih percaya kepada Pak NA dibanding prakiraan BMKG. Kasatpol PP yang sempat ragu akhirnya ikut bersama saya, dan alhamdulillah ucapan Pak NA benar, laut tenang di malam hari. Akhirnya kami pun memberi gelar Pak NA sebagai “dukun laut”.

Pada hari terakhir masa jabatan kami sebagai kepala daerah (gubernur dan wakil gubernur), dilakukan acara serah terima jabatan kepada pelaksana harian gubernur, bertepatan di hari Jumat. Setelah itu saya dan Pak NA beserta dengan kepala OPD salat Jumat di masjid Kantor Gubernur. Saya menjadi khatib dan secara spontan Pak NA menjadi muazin. Begitulah Pak NA, mampu mengisi dan melengkapi. Meskipun sudah menyelesaikan jabatannya, rasanya kami berdua seperti tidak terpisahkan. Kejadian ini sempat divideokan dan viral.

Meskipun beliau telah selesai dari jabatan wakil gubernur, kiprah beliau tetap dibutuhkan masyarakat Sumbar. Namun ternyata di masa pandemi beliau terkena Covid-19 dan sempat dirawat. Kepergian beliau yang terasa begitu cepat menjadikan Sumbar kehilangan salah satu putra terbaiknya dan sosok bijaksana yang mengayomi masyarakat.

Semoga keteladanan beliau, sumbangsih beliau kepada masyarakat Sumbar selama menjadi kepala daerah menjadi amal jariah yang pahalanya mengalir terus. Dan semoga Allah Swt mengampuni dosa-dosa beliau, membalas segala amal kebaikannya dan menganugerahkan surga kepada beliau. Serta bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah Swt berikan kesabaran dan rahmatNya. Amin. Selamat jalan Pak NA. ***

Share.

Leave A Reply